Makasar - Hari ini mahasiswa berbuat anarkis. Polisi yang mencoba menertibkan keadaan malah menjadi sasaran mahasiswa. Aksi lempar batu pun terjadi. Polisi menggunakan tameng mereka untuk menghalau mahasiswa. Hingga aksi mahasiswa dapat didesak masuk ke halaman kampus.
Aksi ini diawali dengan adanya isu kalau salah astu mahasiswa tertembak oleh petugas.
Mahasiswa yang dianggap sebagai kaum intelektual generasi penerus bangsa malah terkesan dengan 'kekerasan'nya dalam menyelesaikan masalah.
Begitulah sekilas pemberitaan yang ada di televisi.
Kalau kita mau berfikir jernih, tentunya pemberitaan seperti itu tidak pernah ada. Blum tentu juga mahasiswa yang salah. Atau belum tentu juga polisi yang benar.
Kita sebagai bagian dari pemerhati indonesia tentu dapat merasakan, betapa mahasiswa dimata pers terkesan frontal dan identik dengan kekerasan.
Media harusnya tidak perlu terlalu cari sensasi di mata publik. Perlu dikaji lebih dalam lagi faktor pemicu terjadinya suatu kejadian.
Kita sering melihat dalam pemberitaan selalu dilebih-lebihkan dan kadang pula sering dikurangi. Pemberitaan yang ada di media sering kali tidak sesuai dengan realita dan fakta yang ada.
- Cak Pri
- Saya lahir di kota yang terkenal dengan arak dan tuak, tidak ketinggalan legen dan siwalannya yakni kota Tuban. Sekarang beralih di kota Malang yang dingin untuk menuntut ilmu. Keadaan ini mengharuskan saya belajar sepenuhnya, tidak hanya belajar akademis. Dari awal saya belajar di dunia persilatan (PSHT), lanjut ke bidang freestyle (Malang Motor X-treme), selanjutnya belajar seputar seni bersamaan dengan semua itu saya juga belajar berorganisasi dari HMJ, UKM, BEM-U.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Arsip Terbaru
Copyright 2008 | Blogger Template INDONESIA-KU | Design by Art And Paintings Gallery
No comments:
Post a Comment