Sekitar sepekan pergatian pucuk pimpinan Kapolri gebrakan dilakukan untuk mendongkrak citra polisi dimata masyarakat. Entah sekedar gertak sambal atau sungguhan dan untuk seterusnya.
Opersi preman secara masal dilakukan. Banyak preman dijaring petugas kepolisian. Opersasi ini banyak mendapat dukungan dari berbagai pihak. Memang fenomena yang ada saat ini preman sangat meresahkan masyarakat. Angka tindak kriminal meningkat belakangan ini. Mulai di jalanan, di pasar, di terminal dan di temat-tempat sepi sering sekali terjadi tindakan kriminal yang dilakukan oleh preman.
Aksi dari pihak kepolisisan ini merupakan prestasi gemilang setelah dibandingkan dengan citra buruk yang disandangnya selama ini.
Namun operasi preman ini tentunya menimbulkan kontraversi dikalangan masyarakat. Sebagian pihak masyarakat mengecam operasi preman yang dilakukan oleh kepolisian.
Banyak keluarga yang menyampaikan kekecewaannya setelah anak mereka ditangkap karena dianggap preman.
Hal ini disebabkan, batasan atau kategori ‘preman’ masih tidak jelas.
Apakah mereka yang berkeliaran di terminal, pasar, jalanan yang tidak membawa kartu identistas, lantas mereka disebut preman?!
Kalau kategorinya seperti ini tentu ratusan preman bahkan ribuan bisa terjaring. Bisa sebagian wilayah Indonesia dibangun sel tahan untuk menang preman.
Ataukah mereka yang benar-benar preman yang terbukti terlibat dalam tindak kriminal yang disebut dengan preman ?!!
Kalau yang ini baru betul
Dengan kurang jelasnya batasan kategori preman tentu ini akan membawa dampak buruk kedepannya. Diantaranya :
Angka kriminaliatas pasti akan bertambah naik ribuan persen.
Perlu dipertimbangkan juga apakah sel tahanan yang tersedia cukup untuk menampung para ‘preman’
Keresahan masyarakat untuk bepergian ketempat umum ditakutkan ditangkap petugas karena dianggap preman. Tentu ini akan melanggar hak azasi manusia rakyat negri ini.
Selain itu tempat yang biasa mereka tarik ‘upeti’ bisa-bisa dijadikan sasaran pelampiasan kemarahan mereka yang tertangkap petugas kepolisian.
- Cak Pri
- Saya lahir di kota yang terkenal dengan arak dan tuak, tidak ketinggalan legen dan siwalannya yakni kota Tuban. Sekarang beralih di kota Malang yang dingin untuk menuntut ilmu. Keadaan ini mengharuskan saya belajar sepenuhnya, tidak hanya belajar akademis. Dari awal saya belajar di dunia persilatan (PSHT), lanjut ke bidang freestyle (Malang Motor X-treme), selanjutnya belajar seputar seni bersamaan dengan semua itu saya juga belajar berorganisasi dari HMJ, UKM, BEM-U.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Arsip Terbaru
Copyright 2008 | Blogger Template INDONESIA-KU | Design by Art And Paintings Gallery
No comments:
Post a Comment