JAKARTA - Bukan hanya-petinggi-Partai Golkar yang memiliki antusiasme mengusung lagi SBY pada Pilpres 2009. PPP juga memberikan isyarat yang sama untuk mendukung kembali incumbent.
''Di internal PPP, suara mayoritas tampaknya menghendaki tetap bersama SBY lagi,'' kata Ketua DPP PPP Lukman Hakim Syaifuddin di Jakarta kemarin (14/11). Meski begitu, imbuhnya, ada juga faksi lain yang menjagokan Megawati Soekarnoputri, capres dari PDIP. ''Tapi, tidak sebesar dukungan buat SBY, ''ujarnya.
Lukman menambahkan, selain kedua skenario tersebut, PPP juga punya skenario untuk membangun koalisi alternatif bersama kelompok partai menengah lain. Misalnya, PKB, PAN, dan PKS. Langkah ini akan ditempuh kalau PPP mampu meraup 15 persen suara.
''Capresnya bisa dari PPP atau kader partai lain yang terikat koalisi. Tergantung kesepakatan bersama nanti. Tapi, prioritas kami tetap SBY,'' tegas Lukman yang juga ketua Fraksi PPP di DPR itu.
Secara terpisah, penegasan senada juga datang dari Ketua Majelis Pertimbangan Pusat DPP PPP Bachtiar Chamsyah. Dia beralasan sudah banyak langkah positif yang diambil kepemimpinan SBY-JK. Di antaranya, keluarnya Indonesia dari IMF, pelaksanaan sekolah gratis, pemberantasan korupsi, dan penurunan angka kemiskinan.
''Makanya, ada kecenderungan di PPP untuk mengusulkan SBY-JK kembali menjadi capres dan cawapres. Saya pribadi juga ikut mendukung itu,'' kata Bachtiar di sela-sela syukuran penganugerahan gelar pahlawan kepada M. Natsir oleh Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) di gedung Departemen Sosial, Kamis malam lalu.
Bachtiar yang juga ketua umum Parmusi itu malah lebih spesifik. Bila Lukman Hakim Syaifuddin masih membuka opsi untuk membangun koalisi dan mengusung capres dari kader internal PPP, Bachtiar tanpa sungkan mengaku pesimistis dengan kemungkinan itu.
Menurut dia, dalam berpolitik, tidak harus memaksakan diri maju dengan mengusung capres sendiri. Dia mencontohkan pengalaman PPP ketika mengusung Hamzah Haz sebagai capres pada Pilpres 2004. Realitasnya, Hamzah Haz mengalami kekalahan di putaran pertama.
Suara PPP pada saat pemilu legislatif memang mencapai 9 juta. Tapi, pada saat pilpres, ungkap Bachtiar, suara Hamzah Haz hanya 3 juta. ''Masak kita mengulang sejarah seperti itu. Janganlah terperosok pada lubang yang sama. Itu namanya tidak cerdas berpolitik. Dalam berpolitik, kita harus melihat suatu realitas yang ada secara rasional, ''paparnya.
Ketika dikonfirmasi, Ketua DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum menyatakan sangat menyambut baik bila ada parpol atau kelompok masyarakat yang memprioritaskan SBY untuk didukung lagi pada Pilpres 2009.
- Cak Pri
- Saya lahir di kota yang terkenal dengan arak dan tuak, tidak ketinggalan legen dan siwalannya yakni kota Tuban. Sekarang beralih di kota Malang yang dingin untuk menuntut ilmu. Keadaan ini mengharuskan saya belajar sepenuhnya, tidak hanya belajar akademis. Dari awal saya belajar di dunia persilatan (PSHT), lanjut ke bidang freestyle (Malang Motor X-treme), selanjutnya belajar seputar seni bersamaan dengan semua itu saya juga belajar berorganisasi dari HMJ, UKM, BEM-U.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Arsip Terbaru
Copyright 2008 | Blogger Template INDONESIA-KU | Design by Art And Paintings Gallery
No comments:
Post a Comment